Engkau adalah Guru Terbaik Ku “Inaq” (ibu)

Peluh yang menetes dari wajah kriput mu, tak kau pedulikan, sengatan matahari yang menyengat tubuh renta mu tak kau hiraukan. Betapa tangguhnya engkau melawan hidup yang begitu kejam ini. “Inaq” aku anak mu yang masih muda ini saja selalu mengeluh pada ganasnya dunia yang tak pernah memberi ampun kepada kita untuk melawannya. Tapi engkau “inaq” dengan garis tipis di samping bibir merah mu itu engkau mampu melawan hidup ini. “Inaq” tak pernah kau menegeluh apalagi menangis dengan keadaan ini, engkau kuat sekuat Rinjani, kasih sayang mu begitu luas seperti luasnya padang safana di bukit rinjani, engkau lembut bagaikan angin yang membelai halus ilalang-ilalang di padang safana. “Inaq” aku ingin megikuti mu aku ingin belajar dari mu. Belajar untuk melawan kerasnya hidup ini karena engkau “inaq” adalah guruku

Ak u Bahagia

Tak perlu alasan untuk aku merasa bahagia, bahagia di dalam segala hal aku rasakan. Tak mengeluh itu adalah cara ku untuk merasa bahagia. Meski rasa bahagia yg aku rasakan tak seperti bahagianya orang lain tapi itu lah bahagia ku. Bahagia yang sederhana dengan cara menikmati setiap perjalanan hidup yang ak lewati

Sulitkah Bersyukur ?

Nikmat yang begitu banyak Allah berikan tak pernh terasa cukup untuk diri ini, kita selalu merasa kurang dan bahkan tak pernah merasa cukup dengan apa yg Allah berikan. Bibir ini sulit sekali mengucap Alhamdulillah, apa lagi hati. Hati ini selalu memberontak merasa kurang.Taka pernah kah kuta sadari nikmat nafas keluar masuk, udara yg kita hirup, mata bisa melihat, telinga masih bisa mendengar, hati masih bisa merasa. Itu lah nikmat yang harus kita syukuri. Bukan hanya niknat yg tampak oleh mata saja. Allah mebgatakan kalu kamu bersyukur maka nikmat Ku akan ku tamabah. Betapa baiknya pencipta kita hanya dengan mengucapkan “Alhamdulillah” maka nikmat akan di tambah dengan hati merasa syukur, diri merasa cukup, maka kebahagiaan yang mana yang kau inginkan, ketenagan sejati akan kita dapati dengan kita “bersyukur”

Mrngingat Allah di Setiap Waktu

Mengingat Mu adalah sebuah keindahan, mengingat Mu adalah ketenangan, mengingat Mu dalah kebanggan, kebanggaan hati yang merasakan kedamaian. Mengingat Mu di setiap waktu adalah kebahagian dan kedamaian buat diri ini, bukan hanya raga/jasad yg merasakan kedamaian tetapi batin pun tumbuh subur dengan pupuk2 keimanan dlm mengingat Mu (Allah). Aku ♥ Allah

Aku Rindu Allah

19 th sudah aku  bepijak di bumi ini, 19 th sudah aku melihat merasa mendengar dan menikmati semua yang ada di alam ini, 19 th sudah aku msih bisa bernafas bisa menghirup udara, tapi di 19 th ini aku belum mengenal siapa yg  memberi semua nikmat itu, aku sering mendengar nama yg memberikan semua nikmat itu. Namun aku belum mengenal Dia (Allah). Banyak orang yg kutanya semua hanya menyebut nama, aku tau nama itu tapi aku ingin berjumpa dengannya.orang bilang kalau kau ingin berjumpa dengannya hentikanlah nafas mu, aku bertanya lagi apakah jika aku ingin bertemu dengannya aku harus mati? Lalu kalau aku mati kapan saat yg  nyata aku bisa bertemu dan meraskan nikmatnya bercinta dengan Dia (Allah). Hingga kini aku belum bisa bertemu dengan mu wahai pemberi Segalanya. Aku rindu aku ingin kita bertemu,aku ingin kau memeluk ku dengan kasih sayang mu yang nyata,aku benar-benar ingin bertemu. “AKU RINDU ALLAH”